Minggu, 13 Agustus 2017 09:40:10 WIB Dilihat : 194 kali

Lagi dan lagi, Komunitas Kandang Biologi menghadiri undangan mahasiswa-mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) guna menyampaikan materi serta praktik langsung mengenai teknik budidaya jamur kepada masyarakat. agenda pertama dihelat di Dusun Salaran, Desa Ngoro-oro, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul.

Kuliah Kerja Nyata atau yang biasa dikenal dengan KKN merupakan program wajib dari setiap perguruan tinggi yang sudah lazim diikuti oleh setiap mahasiswanya. Beribu kreatifitas dalam sinaps memberi inspirasi munculnya bermacam bentuk program kerja yang diperuntukan bagi masyarakat di wilayah lokasi KKN. Tak jarang program-program tersebut menjadi inisiasi berdirinya suatu unit usaha kecil masyarakat dan ada juga program berbasis penularan ilmu, yang output akhirya adalah penyadartahuan masyarakat akan suatu hal.

Seperti 2 tahun silam, Mahasiswa Biologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang terasosiasi pada sebuah komunitas bernama “Komunitas Kandang Biologi” lagi lagi menjalin kerjasama dengan para pelaku KKN. Iya memang benar, perhelatan KKN UIN SUKA sejak angkatan 88, memberikan kesempatan kepada komunitas Kandang Biologi untuk menyampaikan secercah ilmu mengenai budidaya Jamur Tiram.

Menjadi salah satu mitra untuk melaksanakan nafas Tri dharma perguruan tinggi yaitu “Pengabdian Kepada Masyarakat”, membuat komunitas Kandang Biologi di tahun ini kembali berkeliling ke sejumlahlokasi KKN UIN SUKA. Rasa syukur tiada tara menyelimuti perjalanan dari satu lokasi menuju lokasi selanjutnya. Sebab Komunitas Kandang diberikan kesempatan menularkan secuil ilmu yang dimiliki berkat adanya permintaan melakukan pelatihan pembuatan Baglog Jamur Tiram.

Berikut adalah lokasi dan waktu pelaksanaan pelatihan di KKN UIN SUKA:

30 Juli 2017 di Salaran, Ngoro-oro, Patuk, Gunung Kidul

2 Agustus 2017 di Teganing 3, Hargotirto, Kokap, Kulon Progo

3 Agustus 2017 di Gumawang, Putat, Patuk, Gunung kidul

5 Agustus 2017 di Soka, Ngoro-oro, Patuk, Gunung Kidul

8 Agustua 2017 di Kranggan Tengah, Kranggan, Galur

11 Agustus 2017 di Ponggok, Rambeanak, Mungkid, Magelang

Di setiap lokasi yang dikunjungi Komunitas Kandang Biologi ini tidak hanya menyampaikan teori mengenai teknik budidaya jamur tiram, tetapi juga praktik dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pembuatan baglog jamur. Warga yang mengikuti pelatihan terbilang cukup antusias mengikuti jalannya pelatihan dengan terjun secara langsung dalam mengaduk adonan ataupun bertanya kepada pemateri. “Secara teori mungkin bisa dimengerti, tetapi secara praktik mungkin agak susah dilakukan” kata Bapak Nur Salim seusai mengikuti pelatihan tersebut. Beliau menjelaskan bahwa praktik yang dimaksud disini adalah penerapannya dalam masyarakat, mengingat rendahnya tingkat ketertarikan masyarakat akan hal-hal baru diluar kebiasaan mereka.

Ditulis oleh :

(Solikin Mahasiswa Biologi angkatan 2016)

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom