Senin, 14 Agustus 2017 11:39:42 WIB Dilihat : 232 kali

Acara Jambore Capung Indonesia (JCI) 2017 telah sukses dilaksanakan pada hari Jum’at – Sabtu tanggal 11-12 Agustus kemarin. Rincian kegiatan yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Biolaska dan Water Forum Kalijogo ini satu per satu terlaksanadengan baik dan lancar serta sesuai dengan yang diharapkan.

Acara diawali dengan kegiatan seminar bertempat di Teatrikal perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang dimulai pada pukul 08.00 hingga pukul 11.00 WIB. Narasumber pada kesempatan tersebut adalah para ahli capung yakni Prof. Damayanti Buchori (Ketua Perhimpunan Entomologi Indonesia) yang menyampaikan pembicaraan dengan topik “Peranan Entomologi”. Narasumber kedua adalah Wahyu Sigit RHd (Presiden Indonesia Dragonfly Society) menyampaikan topik pembahasan tentang Perkembangan Capung di Indonesia, dan Narasumber ketiga Dr. Suputa (Dosen Entomologi UGM) menyampaikan materi dengan topik pembahasan “Taksonomi Odonata”.

Selepas waktu Istirahat, tepatnya pukul 14.00 WIB peserta diberangkatkan menuju desa Jatimulyo, Kulon Progo. Perjalanan dari kampus UIN menuju desa di pojok barat DI Yogyakarta tersebut kurang lebih selama 2 jam. Suatu pengalaman yang mungkin belumpernah dirasakan oleh semua peserta, karena panitia memilih truck Brimob sebagai transportasi untuk mengantarkan ke Lokasi Jambore Capung 2017.

Suasana hening ditambah udara yang dingin menyelimuti malam itu. Namun menyurutkan semnagat para peserta untuk kembali berkumpul di pendopo yang disediakan oleh Mas Kelik dari House of Kopi Sulingan. Sedikit cerita, kopi sulingan merupakan kopi buatan asli yang menjadi maskot kuliner terkenal yang wajib dicicipi di Jatimulyo.

Alas karpet dan ditemani laptop serta proyektor menjadi piranti yang disediakan panitia untuk menggelar sharing ilmu bersama para pakar capung Indonesia. Beliau adalah Bapak Dr. Karyadi Baskoro M. Si (DosenBiologi UNDIP) yang mengawali pembicaraan dengan mengangkat topik “Pencurian Ilegal Spesies Capung Indonesia”.

Malam semakin larut dengan ditemani secangkir kopi sulingan dan snack yang disajiakan dalam secarik kertas, peserta sangat menikmati alur pembicaraan. Setiap peserta mendengar dan mencatat ilmu yang disampaikan. Tak jarang lontaran pertanyaan keluar dari peserta yang sudah menahan rasa kerinduan “ngumpul bersama” membicarakan nasib Nagaterbang di bumi pertiwi.

Tidak hanya berhenti sampai disitu, obrolan hangat dilanjutkan dengan sharing data capung saat ini di Indonesia. Peserta dari beberapa wilayah menjadi perwakilan per wilayah masing-masing. Malam hari itu hadir dari Yogyakarta, Solo, Cihuni, Kediri, Semarang, Kalimantan, Karimun Jawa, dan Banyuwangi. Acara dipungkasi oleh moderator pada pukul 22.00 WIB, sudah saatnya peserta dipersilahkan untuk beristirahat.

Pagi hari setelah sarapan pagi selesei peserta berkumpul kembali untuk melanjutkan agenda di hari terakhir JCI 2017. Bagian ini merupakan kegiatan yang ditunggu- tunggu. Hunting bareng dengan berbekal kamera dan jaring peserta mengikuti instruktur jalan dengan memotret capung yang mereka temui di sepanjang rute. Salah satu dari rute tersebut melewati destinasi wisata Jatimulyo yaitu air mancur kembang soka. Estimasi waktu untuk hunting capung ini adalah 2 jam.

Sepulang hunting, peserta menyetorkan foto hasil hunting yang nantinya akan dipilih yang terbaik dan menjelaskan bagaimana morfologi capung beserta nama ilmiahmya. Penghargaan berupa doorprize diberikan untuk foto dan penjelasan terbaik. Selesai bersenang-senang dengan kenekaragaman capung, tak lupa para pecinta capung juga memikirkan nasib kelestarian capung kedepannya, pengumpulan data capung di seluruh wilayah pun dilaksanakan guna inventarisasi dan mengetahui tingkat populasi capung yang ada di setiap wilayah.

Isi kegiatan yang rencananya akan diselenggarakan setiap 2 tahun sekali ini selain seminar dan hunting, terdapat lomba yang menarik untuk diikuti yaitu lomba saintifik-fotografi dan lomba karya tulis semi-ilmiah bertema tentang capung.

Penghujung acara diisi dengan pengumuman juara kedua lomba, untuk pemenang juara I lomba saintifik fotografi diraih oleh Wibowo Saputro, juara II diraih oleh Ahmad Arifandy dan juara III diraih oleh Bernadus Yuliadi. Pemenang lomba karya tulis semi-ilmiah adalah juara I diraih oleh M. Nur Zaman dengan judul “Capung Jawa Riwayatmu Kini”, juara II diraih oleh Agung Nugroho dengan judul “Genangan Sebuah Catatan”, dan juara III diraih oleh Ahmad Baihaqi dengan judul “Capung-Capung Ibukota”. Penutup cerita ada pesan dari salah satu pembicara yaitu Bapak Karyadi Baskoro menyampaikan “ Kalau punya data wajib dishare kepada yang lain agar pintar satu pintar semua dan maju satu maju semua”. Jangan lupa untuk setia menunggu acara Jambore Capung Indonesia di tahun 2019. Salam Lestari, Salam Konservasi !.

Ditulis Oleh :

Anggi Nur Cahyani (Anggota Biolaska angkatan VIII)

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom