Rabu, 22 November 2017 11:26:50 WIB Dilihat : 48 kali

Mengusung semangat silaturahmi dan ajang menggali ilmu dari masyarakat, Mahasiswa Biologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali mengimplementasikan ilmu dalam bentuk pelatihan pembuatan Baglog Jamur tiram. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Mahasiswa Biologi dengan pemuda Karang Taruna desa Margo Katon Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman. Berlangsung pada hari Minggu, 20 November 2017, sejak selepas sholat Ashar hingga menjelang magrib pukul 17.00 WIB.

Dalam rangkaian program “Pemuda Mandiri Membangun Desa”, yang diprakarsai oleh Kementerian Pemuda dan Olah Raga, pemuda Karang Taruna desa Margo Katon, memilih pelatihan pembuatan baglog jamur. Peserta berjumlah kurang lebih 60 orang didominasi pemuda-pemudi. Beberapa ibu-ibu warga Margo Katon juga turut hadir hingga akhir acara.

“Mendorong kalangan pemuda melakukan budidaya jamur, sebagai langkah awal melatih kemandirian dibidang ekonomi. Kemudian dalam program jangka panjang kedepan, hal ini akan dikembangkan menjadi kegiatan perekonomian masyarakat” sahut Ketua karang Taruna mengawali sambutanya.

Kemudian disusul sambutan dari kepala desa Margo Katon. Dalam sambutanya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap karya pemuda yang mulai berinovasi menggelar kegiatan positif melibatkan masyarakat. “Kami atas nama pemerintah desa memberikan dukungan penuh, terlebih ke depan jika diseriusi budidaya jamur tiram akan menjadi salah satu kegiatan berbasis perekonomian, yang nantinya dapat diarahkan dalam rangka meningkatkan roda ekonomi warga” tutur beliau dalam sambutanya.

Kegiatan serupa sudah dilakukan oleh Mahasiswa Biologi UIN Sunan Kalijaga sejak 2015 silam. Dari dusun ke dusun, dari desa ke desa berkeliling memberikan informasi cara pembuatan baglog jamur. Disisi lain, Mahasiswa yang notabenenya adalah sang pencari ilmu, kesempatan diberbagai daerah digunakan sebagai ajang menambah ilmu baik dibidang budidaya jamur ataupun yang lain. Biasanya dilakukan pada masa KKN, namun beberapa kali juga dilaksanakan dalam bentuk acara berbeda seperti di desa Margo Katon.

Sampailah pada acara inti, pemberian arahan pembuatan baglog jamur tiram. Diawali dengan pengantar singkat oleh Arfiansyah Adi, kemudian praktek dipandu oelh Tri Hardhaka dan Imam Syafi'i secara langsung bersama pemuda dan warga yang hadir.

Proses demi proses tersampaikan dari awal hingga akhir. Satu per satu peserta mulai memberikan respon dengan melontarkan pertanyaan terkait hal teknis dalam sesi tanya jawab. Tak luput bagian pembuatan, perawatan, pemanenan, hingga paska panen pun ditanyakan satu per satu.

Harapanya dari kegiatan bersua dengan masyarakat inilah, Program Studi Biologi dapat difasilitasi untuk mengimplementasikan ilmu. Selain itu, perjalanan dari satu desa ke desa menjadi bagian dai proses memperluas khazanah keilmuan dan wawasan Mahasiswa, karena dari masyarakatlah sumber ilmu-ilmu didapatkan, untuk kemudian dapat dikembangkan di Prodi Biologi.

Ditulis Oleh:

M. Nur Z

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom