Jumat, 24 November 2017 12:49:02 WIB Dilihat : 65 kali

Kondisi pertanian Indonesia yang menyandang gelar sebagai negara agraris ternyata belum saja mampu mencapai kesejahteraan rakyatnya, terkhusus para petani. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya semakin luasnya pembangunan sektor industri yang terus mengikis lahan potensi pertanian, dan banyaknya lahan yang tidak mampu difungsikan menjadi garapan pertanian (lahan tidur). Lahan tidur ini biasanya memiliki sifat yang tak mampu/tidak mendukung tanaman untuk tumbuh. Salah satunya adalah lahan berkapur yang memiliki tingkat pH tinggi dan sedikit bahkan tidak mengandung unsur hara, yang penggunaan lahannya hanya sebatas perkebunan Jati dan Palawijaya.

Berangkat dari permasalahan inilah, dua mahasiswa Biologi Siti Aminah dan Hendrik Kurniawan menciptakan suatu inovasi yang diharapkan mampu memberi solusi terhadap berbagai polemik yang mengurung kesejahteraan petani.

Adalah MiaNik, begitu kedua mahasiswa ini memberi nama kepada inovasinya. MiaNik (Kimia Organik) merupakan inovasi yang mencampurkan komposisi kimia berupa belerang dan organik berupa kulit singkong dan daun lamtoro untuk kemudian diproses dengan tanah berkapur sehingga tanah mampu mencapai kelayakan tanam.

Berbagai diskusi, bimbingan, hingga penelitian mengenai inovasi MiaNik menggiring dua mahasiswa ini sampai kepada 10 finalis LKTI Scientific Great Momen 8 dari berbagai universitas seluruh Indonesia yang diadakan di Universitas Brawijaya Malang.

Penelitian yang dilakukan oleh Siti Aminah dan Hendrik Kurniawan ini telah mampu menurunkan pH tanah berkapur yang basa menjadi netral. Karena penelitian inovasi MiaNik ini membutuhkan waktu yang cukup lama, dari inkubasi hingga percobaan penanaman. Inovasi ini masih terus didiskusikan, diteliti, dan diperbarui. Dengan adanya keberhasilan peneltian ini, diharapkan mampu mengiring kembali inovasi ini ke dalam kompetisi LKTI lain dan mendapat penghargaan yang lebih membanggakan Biologi UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Terlebih dari semua itu, peneliti juga sangat mengharapkan inovasi ini akan segera menjadi inovasi yang mampu dimanfaatkan oleh para petani Indonesia. Sehingga, peran biologiwan terhadap kesejahteraan masyarakat sangat besar. Bukankah itu tujuan kita berada di Biologi ini?

Ditulis Oleh :

Siti Aminah (Mahasiswa Biologi 2015)

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom