Selasa, 26 Desember 2017 22:52:01 WIB Dilihat : 46 kali

Waterforum Kalijogo kembali menggelar kegiatan di kampus setempat. Kali ini bekerjasama dengan pihak luar kampus yaitu WALHI Yogyakarta, FKWA, dan AKSY menggelar diskusi Biotilik. Dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Desember 2017 di ruang Mikroteaching Laboratorium (Sains) Terpadu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kegiatan diawali sambutan tunggal dari M. Yusuf (Ketua Waterforum Kalijogo) selaku perwakilan tuan rumah diskusi. “Ucapan rasa terimaksih dan permohonan maaf terhadap kekurangan dalam penyelenggaraan, kemudian kami menghaturkan apresiasi kepada para hadirin tamu undangan terlebih kepada narasumber diskusi siang ini” ucap Yusuf dalam sambutanya.

Selang beberapa menit kemudian, tibalah pada puncak acara diskusi yang langsung dipandu oleh Mas Halik (Direktur WALHI Yogyakarta). Bahasan yang menjadi tema utama pertemuan siang itu adalah “Evaluasi Biotilik dan perencanaan program Pelestarian Sumber Daya Air di DI Yogyakarta”.

Kegiatan Biotilik yang di prakarsai WALHI dan FKWA dalam rangka Ulang tahun WALHI Yogyakarta dilaksanakan bulan Oktober 2017. Rangkaian Kegiatan dimulai dengan safari Biotilik ke SMA se DIY, dalam rangka mengenalkan Biotilik kepada para siswa kemudian disosialisasikan metode sederhana Biotilik sebagai metode memantau kualitas sungai. Waterforum Kalijogo beserta beberapa Mahasiswa dari kampus di Yogyakarta menjadi bagian pada safari tersebut. Puncaknya adalah digelar pemantauan sungai Winongo dengan metode Biotilik yang melibatkan siswa-siswi SMA se DIY sebagai enumeratornya.

Setelah rangkaian kegiatan besar tersebut terampungi, munculah ide melakukan pemantauan sungai dengan melibatkan pihak secara lebih luas, baik wilayah pemantauan maupun orang-orang yang dilibatkan. Inisiasi memperluas gandengan tersebut muncul dari WALHI maupun FKWA. Kali ini dengan melakukan pendekatan kepada instansi Pemerintahan dan perguruan tinggi di DIY untuk bersama-sama Ngopeni sumber air di DIY.

“Kampus UIN merupakan instansi pendidikan tinggi yang kesekian kalinya diajak berdiskusi terkait program pelestarian sumber daya air di DI Yogyakarta” sahut pak Tri salah satu pungggawa FKWA yang juga selaku pemantik diskusi. Di tambahkan pula oleh bu Endang ketua FKWA dan AKSY bahwa beliau mewakili komunitas sungai di Yogyakarta akan melakukan sinergi dengan berbagai pihak, untuk bergotong royong dalam rangka menyelamatkan air yang sudah semakin tidak terperhatikan saat ini. Masalah sungai atau bahkan masalah air adalah masalah besar, sehingga membutuhkan energi yang sangat ekstra dalam menjaganya. Langkah bersilaturahmi kesana kemari memperluas jaringan dan komunikasi adalah jalan yang wajib di tempuh agar tujuan dan cita-cita mewujudkan lingkungan sehat dan air bersih di DIY dapat terwujud.

Mas Anton yang merupakan perwakilan dari Ecoton menjadi narasumber berikutnya. Beliau menjelaskan metode biotilik mulai dari dasar, hingga analisis data. Setelah memaparkan dasar-dasar biotilik, beliau menyampaikan hasil yang diperoleh dari Biotilik bulan Oktober silam. Data menunjukan adanya pencemaran yang berbeda-beda di 12 titik yang diambil. Berbagai analisis coba diungkapkan berdasar fluktuasi nilai pencemaran yang didapat dari titik-titik pemantauan di sungai Winongo.

Sambutan serta respon positif dating dari Prodi Biologi maupun Prodi Pendidikan Biologi yang hadir pada diskusi tersebut. Disampaikan secara langsung secara bergantian dimulai dari Biologi. Poin utama yang dilontarkan adalah menyambut baik niatan WALHI, FKWA, maupun AKSY yang sedang menghimpun kekuatan menciptakan gerakan peduli sumber daya air. Langkah yang akan ditempuh adalah mensingkronisasikan kegiatan akademik berupa praktikum, riset, atau bahkan pengabdian masyarakat yang disesuaikan dengan kegiatan bersama komunitas. Kemudian ibu Eka Sulistyowati, M.IWM selaku Pembina WFK dan dosen Pend. Biologi juga menyampaikan hal serupa. Menyambut baik tawaran pada diskusi kali itu. Salah satu kegiatan nyata di tugas akhir mahasiswa pendidikan Biologi adalah menciptakan berbagai inovasi media terapan dari riset di bidang Biologi. Tak jarang tema-tema terkait ekosistem sungai, lingkungan, dan Biotilik menjadi pilihan Mahasiswa. Dengan forum ini harapanya menjadi langkah strategis untuk mengimplementasikan hasil tersebut kepada masyarakat.

Akhirnya setelah beberapa poin didiskusikan, tibalah dipenghujung acara. Sebelum dipungkasi forum diskusi kala itu menyepakati akan melakukan kegiatan nyata, sebagai tindak lanjut pertemuan yang berdurasi sekitar 2,5 jam tersebut. Sebelum melakukan aksi nyata , akan ada pertemuan terlebih dahulu sebagai media menyatukan pikiran, serta membicarakan konsep kegiatan yang akan dilakukan.


Ditulis Oleh :

M. Nur Z

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom