Sabtu, 28 Februari 2015 12:57:11 WIB Dilihat : 937 kali

Sebuah kalimat yang sesungguhnya disarikan dari salah satu Hadist Rasulullah SAW, yang di amini banyak orang dan bahkan tidak hanya kalangan umat Islam saja. Kalimat tersebut memiliki pemahaman bahwa mencari ilmu itu tidak terbatas tempatnya, di negeri yang nun jauh antah berantah atau pun di negeri yang komunis sekalipun. Karena menuntut ilmu itu adalah jembatan untuk menebarkan benih benih kebaikan di dunia dan menuai bahagia di akhirat. Siapa sih yang tidak mau menuntut ilmu -atau kita sebut dengan bahasa sekolah yang lebih popular- apalagi sekolah yang gratis, berjenjang lebih tinggi, di luar negeri lagi.

Dalam tulisan ini, saya ingin menyulut motivasi rekan rekan mahasiswa yang tentunya, saya yakin bahwa setiap pelajar, mereka memiliki mimpi untuk studi ke luar negeri (abroad). Namun, motivasi yang ada dalam diri mereka cenderung dangkal. Ketika dihadapkan untuk merintis usaha sendiri mencari peluang study abroad, semangat mereka meleleh, layu dan mati dengan sendirinya. Kebanyakan hanya mengharapkan jika formulir studi di bawa ke hadapan mereka, tinggal isi dan kirim, setelah itu langsung lolos untuk studi lagi. Ingatlah kawan, bahwa usaha itu berbanding lurus dengan hasil. Kesimpulan umumnya adalah, hanya mereka yang berusaha lebih yang melebihi orang lain saja yang bisa mendapatkan yang diinginkan, studi keluar negeri dengan beasiswa pun berlaku teori yang sama.

So, jika anda menginginkan peluang tersebut, jemputlah, carilah meskipun harus berkubang luka. Lebay, gak juga, karena memang begitulah keadaan ketika anda berjibaku untuk sebuah mimpi anda. Saya ingin membagikan pengalaman saya ketika menempuh proses untuk mendapatkan beasiswa yang saat ini sedang saya jalani di negeri Formossa, Taiwan. Memang beragam teori, tips dan semacamnya sangat banyak berseliweran di sekitar kita, namun jika tak pernah mencoba satupun, sampai kapan anda akan terus menantikan mimpi menjadi nyata. Cita cita itu bukan sekedar hiasan kamar dan gagah gagahan, namun sebuah harga mati yang harus diwujudkan! Tips ini telah terjadi pada diri saya, tapi apakah akan berlaku pada diri anda, hanya anda yang tau! Cekidot…

Pertama sekali yang perlu dilakukan adalah cari info sebanyak banyaknya, entah melalui dosen, informasi kampus, alumni, teman dan internet. Manfaatkan sebaik mungkin saat berselancar di dunia maya, jadikan dunia maya sebagai sarana mencari informasi posistif, jangan menghabiskan waktu HANYA untuk Facebookan yang sia sia. Rugi waktu! Manfaatkan FB anda untuk mencari link, saat ini saya yakin semua grup ada di FB, itu adalah peluang anda. Gabung dengan grup beasiswa sebanyak banyaknya. Kedua, Setelah informasi beasiswa didapatkan sebanyak banyaknya, Print Out, lalu sortir sekiranya yang kamu merasa mampu memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan. Di print akan lebih memudahkan ketimbang membaca informasi dalam bentuk file, begini juga yang saya lakukan. Selanjutnya adalah hal umum yang diperlukan untuk beasiswa, seperti Esai tentang siapa diri anda (personal statement), Rencana studi (study plant) dan terjemahkan ijazah dan transkrip nilai, (usahakan ke penerjemah yang branded atau tersumpah). Langkah selanjutnya, habiskan hari harimu dengan upgrade kemampuan bahasa inggris, bisa melalui baca, dengerin lagu, komik, atau video percakapan bahasa inggris yang bisa di download di youtube. Satu hal penting yang harus dilakukan, meskipun hasil tes bahasa inggris tidak cukup baik, namun jangan pernah takut mencoba mendaftar beasiswa. Meskipun mereka mensyaratkan Toefl dengan angka tertentu, namun coba saja. Toh, mencoba tidak ada ruginya. Langah terakhir yang perlu dipersiapkan adalah, mintalah rekomendasi dari dosen, pembimbing skripsi, dosen penasehat akademik, kaprodi, dekan bahkan rektor kalo bisa. Tak kalah pentingnya, buatlah dokumen persiapan pendaftaran beasiswa mu lebih dari satu, karena peluang itu sangat banyak, masukan saja berkas mu ke 5, 8, bahkan 10 sekaligus beasiswa study abroad yang sedang buka, karena sangat mudah cukup kirim lewat email atau registrasi online. Senjata yang terakhir adalah berdoa, serahkan semuanya dan tunggu hasilnya. Saya yakin, saat saat itu adalah yang paling menegangkan dalam hidup anda, apalagi saat hari pengumuman tiba, rasakanlah sensasinya!

Persiapkan mental adalah langkah terbaik sembari menunggu hasil dan teruslah belajar. Semua kuncinya pada dasarnya adalah sikap NEKAT, jangan cuma nekat saat mau nembak gebetan aja donk!

Sebagai alumni dari Prodi Biologi UIN Sunan Kalijaga, saya sangat berharap, setelah saya, akan ada junior junior ataupun kawan kawan yang bergabung dengan saya di sini ataupun ke belahan bumi yang lain. Masih sangat luas bumi ini untuk kita bertebaran kawan!

“Tak perlu menjadi hebat. Jika kamu memang tak hebat, tak harus pula berpura pura hebat. Tak perlu berkecil hati, cukup jalani saja, berusahalah lebih, lebih yang melebihi orang lain karena dengan kerja keras, orang tak hebat dan bernilai nol sekalipun, pasti akan menjadi sesuatu yang bernilai sepuluh”

*Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi, dan dikhususkan untuk mahasiswa Biologi dan Hanya bagi yang mau berusaha, jangan mengaku kalah sebelum mencoba dan jangan mau mengalah meski telah gagal mencoba!

Kampus saya sedang open recruitment sekarang, deadline 31 maret 2015.

Pertanyaan dan korespondensi : prof_umz@yahoo.com

Khotibul Umam, S.Si

Alumni Biologi, 2012

Kolom Terkait

Kolom Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom