Jumat, 2 Februari 2018 10:02:08 WIB Dilihat : 14 kali

Tulisan ini diambil dari :

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek II tahun 2017

Oleh : M. Nur Z

PENDAHULUAN

Nusakambangan merupakan pulau kecil yang terletak di pantai selatan bagian barat. Luas pulau ini hanya 210 km2 ata sekitar 17.000 ha. Panjang pulau yang membujur dari timur ke barat tersebut adalah 36 km, dan lebar antara 3 – 6 km (Partomihardjo et al., 2014).

Melihat begitu dahsyatnya laju degradasi habitat hutan khususnya di pulau Nusakambangan, sehingga akan dapat memberikan dampak negatif bagi satwa yang ada di sana, seperti halnya Capung. Maka perlu dilakukan tindakan nyata, dengan diawali langkah pendataan keanekaragaman capung di Cagar Alam Nusakambangan Timur.

Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2017, metode yang digunakan adalah survey langsung di lapangan di beberapa wilayah yaitu Sungai, Hutan Primer, dan Pantai di CA Nusakambangan Timur dan wilayah sekitarnya.

HASIL PENELITIAN

Hutan di pulau Nusakambangan yang merupakan pulau terluar disisi selatan pulau Jawa tersebut, merupakan hutan hujan tropis terakhir dari deretan hutan hujan pulau Jawa (Partomihardjo, et al., 2014). Sehingga masih menyimpan keanekaan flora maupun fauna yang masih cukup tinggi, salah satunya anggota ordo Odonata.

Inventarisasi keanekaan anggota ordo Odonata di CA Nusakambangan Timur dan sekitarnya dapat merekam sebanyak 14 spesies dari dua sub ordo yang berbeda. Jumlah spesies sub ordo Anisoptera tercatat sebanyak 8 spesies dari 2 famili, sedangkan sub ordo Zygoptera tercatat ada 6 spesies dengan 3 famili yang berbeda.

Tabel 1. Daftar Keanekaragaman Capung di Nusakambangan

No

Nama Spesies

Famili

Sub Ordo Anisoptera

1

Orthetrum Sabina

Libellulidae

2

Rhodothemis rufa

Libellulidae

3

Pantala flavescens

Libellulidae

4

Potamarcha congener

Libellulidae

5

Ryothemis Phyllis

Libellulidae

6

Brachythemis contaminate

Libellulidae

7

Neurothemis ramburii

Libellulidae

8

Gynacantha sp.

Aeshnidae

Sub Ordo Zygoptera

1

Copera marginipes

Platycnemididae

2

Rhinochypa fenestrate

Clorochypidae

3

Coeliccia membranipes

Platycnemididae

4

Nososticta insignis

Platycnemididae

5

Drepanosticta sundana**

Platystictidae

6

Prodasineura autumnalis

Protoneuridae

Menariknya diantara spesies yang ditemukan, ada spesies penting yang merupakan spesies endemik Jawa yaitu Drepanosticta sundana (Lieftinck, 1934). Dalam daftar list IUCN status yang disematkan pada spesies ini adalah Data Deficient (Dow, 2009) Lokasi ditemukan spesies tersebut didaerah sungai ditengah hutan primer Nusakambangan yang masih tergolong baik.

Spesies endemik anggota genus Drepanosticta pernah tercatat di beberapa wilayah, seperti pada catatan oleh Rachman dan Rohman (2016) menemukan Drepanosticta sundana di bukit Menoreh.

Sub ordo Anisoptera mempunyai ciri-ciri yang membedakan dengan sub ordo Zygoptera. Capung ini berukuran besar, dengan kemampuan terbang sangat baik. Amir dan Kahono (2003) menyatakan kisaran kekuatan terbang Anisoptera dapat mencapai 36 km/jam. Pada saat beristirahat, biasanya capung ini bertengger dengan merentangkan sayap baik bagian kanan ataupun bagian kiri (Hanum et al, 2013).

Sub ordo Zygoptera mempunyai tubuh relative lebih langsing, dan daya terbang yang lebih lambat dari pada Anisoptera. Di Indonesia lebih dikenal dengan capung jarum. Bentuk dari sayap depan dan sayap belakang adalah sama (Thecheinger, 2006). Ketika bertengger anggota sub ordo Zygoptera melipat sayapnya.

Lokasi penemuan dari masing-masing spesies berbeda-beda satu sama lain. Beberapa spesies merupakan kelompok dengan daya toleransi yang tinggi terhadap keadaan lingkungan, sehingga dapat dijumpai di hampir segala tipe habitat. Salah satunya adalah O. Sabina. Capung ini dapat dengan mudah hidup dibanyak habitat yang berbeda (Patty, 2006). Di Nusakambangan spesies ini sering ditemukan di jalan berbatu, dengan masukan sinar matahari yang cukup banyak.

Namun ada juga spesies yang mempunyai kebutuhan khusus, dimana habitat yang dapat mendukung hidupnya hanya di lokasi-lokasi tertentu saja. Tidak semua habitat berair dapat dijadikan tempat hidupnya, karena hanya mentolerir keadaan lingkungan yang masih tergolong baik atau bersih saja (Sigit, et al., 2013). Spesies yang termasuk sensitif terhadap lingkungan yang tercemar adalah Nososticta insignis, Drepanosticta sundana, dan Coeliccia membranipes. Ketiga spesies tersebut ditemukan pada perairan yang bersih di tengah hutan primer CA Nusakambangan Timur. Bahkan dapat dikatakan perairan disana masih sangat alami, tidak terpapar oleh cemaran zat maupun sampah dari zat-zat sintesis kimia.

DAFTAR PUSTAKA

Amir, M., dan Kahono.(2003). Serangga Taman Nasional Gunung Halimun Jawa

Bagian Barat. Biodiversity Conservation Project. Jawa Barat.

Hanum, S.O., Salmah, S., Dahelmi. (2013). Jenis-jenis Capung (Odonata) di kawasan Taman Satwa Kandi Sawahlunto, Sumatra Barat. Jurnal Biologi Universitas Andalas. 2(1) : 71-76.

Lieftinck, M.A. (1934). An Annotated List of the Odonata of Java, with notes on their distribution, habits and life-history. Treubia Vol. 14 (4):377-462.

Partomihardjo, T.,Arifiani,D.,Pratama,B.A.,danMahyuni,R.(2014)Jenis-jenis pohon penting di hutan Nusakambangan. Jakarta: LIPI Press.

Patty, N. (2006). Keanekaragaman Jenis Capung (Odonata) di Situ Gintung Ciputat, Tangerang. (Skripsi). Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatuloh Jakarta

Rachman H.T., and Rohman, A. (2016). Dragonfly Diversity (Odonata) in Menoreh Karst Central Java-Yogyakarta. Int'l Journal of Advances in Agricultural & Environmental Engg. (IJAAEE). Vol.3: 255-258.

Samways, M.J. (2008). Dragonflies dan Damselflies of South Africa. Sofia. Pensoft Publisher.

Sigit, W., Feriwibisono, B., Nugraheni, M.P., Putri, B., Makitan, T. (2013). Naga Terbang Wendit. Malang: Indonesia Dragonfly Society

Susanti, S.(1998). Seri Panduan Lapangan Mengenal Capung. Puslitbang Biologi-LIPI: Bogor.

Theischinger, G., and Hawking, J. ( 2006). The Complete Field Guide To Dragonflies of Australia. Australia: CSIRO Publishing.

Kolom Terkait

Kolom Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom