Selasa, 3 Maret 2015 17:25:40 WIB Dilihat : 2881 kali

Pemanfaatan kulit buah jeruk manis (Citrus sinensis) Limbah waralaba es jus

sebagai bahan baku pembuatan minyak atsiri dan tepung

Negara Indonesia merupakan negara yang mendapat sebutan sebagai negara megabiodiversitas dalam bidang sumber daya alam (SDA). Dengan kata lain mempunyai tingkat keanekaragaman yang tinggi terutama dalam hal sumber daya alam ( SDA) yang sangat memadai. Begitu pula dengan sumber pangan yang dihasilkan oleh negara Indonesia. Kebutuhan penduduk indonesia terhadap konsumsi buah cukup tinggi karena hal itu dapat membantu dalam asupan gizi yang cukup untuk menunjang kesehatan. Tanaman jeruk (Citrus sinensis) merupakan tanaman yang banyak duibudidayakan di Indonesia karena rasa dan aromanya yang segar.

Hasil produksi dan konsumsi dari tanaman dari buah jeruk adalah kulit buah jeruk yang langsung dibuang dan dijadikan limbah. Padahal sebenarnya kulit buah jeruk itu bisa diolah menjadi bahan yang mempunyai nilai gizi ataupun nilai jual yang ekonomis, sehingga dapat dimanfaatkan dan diolah kembali, tidak hanya sekedar menjadi limbah yang dibuang tetapi bermanfaat, baik itu dalam konsumsi ataupun produk sampingan lain yang bermanfaat seperti minyak atsiri, pupuk pestisida, tepung dan lain sebagainya.

Minyak atsiri merupakan salah satu produk yangbernilai jual tinggi yang salah satu sumber pembuatanya dapat diperoleh dari kulit buah jeruk. Minyak atsiri bermanfaat untuk kesehatan khususnya untuk aroma terapi. Alasan penggunaan bahan baku kulit jeruk sebagai bahan baku pembuatan minyak atsiri karena aroma kulit buah jeruk dapat menstabilkan sistem syaraf, meningkatkan nafsu makan, selain itu minyak atsiri kulit buah jeruk manis berfungsi sebagai zat aditif, antidepresi, tonik, dan antiseptik.

Pengelolaan dari kulit buah menjadi minyakatsiri bisa dilakukan dalam beberapa cara diantaranya, destilasi uap air, menggunakan bahan pelarut dan dengan pngepresan. Beberapa penelitian membuktikan bahwa volume ang dihasilkan dari proses pembuatan minyak atsiri dengan menggunakan cara destilasi uap air volumenya lebih banyak dibandingkan dengan dua metode yang lainya. Berdasarkan data penelitian diketahui dari 450 gram kulit buah jeruk dihasilkan 8,3 gram minyak kulit jeruk denagn kandungan limone 94,7%. Merupakan kadar lemone terbesar karena pada metode destilasi uap air lemone tidak mengalami oksidasi dan tidak berkontak dengan besi.

Minyak atsiri yang diproses lebih lanjut akan menghasilkan produk sampingan yang bisa juga digunakan untuk pewangi pakaian, antiseptik, dan antidepresi yang siap guna. Selain itu limbah kulit jeruk sisa destilasi dapat diolah kembali menjadi tepung yang memiliki serta tinggi melalui cara penjemuran dan penggilingan. Harapanya inovasi teknologi yang sederhana ini dapat bermanfaat dan dijadikan sumber rujukan yang bermanfaat.

Karya Tulis ini disusun oleh :

Ina Karlina (Biologi angkatan 2012)

Asep Maulana Djamil (Kimia angkatan 2012)

Faiz Al-Hasan (Pend. Fisiika angkatan 2011)

untuk dapat mendownload file karya Ilmiah dapat di download di sini :

https://www.dropbox.com/s/yuaz681gb8othem/Asep%20Maulana%20Djamil_Kimia_Pemanfaatan%20Kulit%20Buah%20Jeruk%20Manis%20%28Citrus%20sinensis%29%20limbah%20waralaba%20es%20jus%20Sebagai%20Bahan%20Baku%20Pembuatan%20Minyak%20Atsiri%20dan%20Tepung.pdf?dl=0

Kolom Terkait

Kolom Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom