Jumat, 23 Juni 2017 12:56:43 WIB Dilihat : 164 kali

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan hayati terbesar di dunia, sehingga sudah sepantasnya menyandang gelar negara Megabiodiversitas. Tidak dinafikan, keberagaman flora maupun fauna dengan jumlah sangat besar ada di Iindonesia, bahkan Indonesia menjadi negara yang memiliki flora dan fauna endemik (hanya ada di indonesia saja tidak diketemukan di negara lain). Sungguh luar biasa maha karya Tuhan untuk negeri pertiwi ini.

Namun dewasa ini pemanfaatan sumberdaya hutan semakin meningkat dengan dalih untuk memenuhi kebutuhan penduduk bumi. Kegiatan berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya hutan berdampak pada menurunrnya hutan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Penurunan luasan hutan berarti sama artinya dengan hilangnya rumah bagi flora ataupun fauna, karena hutan adalah satu-satuya rumah alami bagi makhluk hidup liar. Senafas dengan demikian, penebangan pohon di hutan terus dilakukan, walaupun secara resmi pemerintah sudah melakukan pengaturan sedemikian rupa sebagai upaya mengatur pola pengelolaan dan pemanfaatan hutan agar dapat lestari. Salah satu akibat yang muncul adalah semakin berkurangnya jenis-jenis flora dan fauna di alam liar, dan salah satunya adalah pohon. Di Indonesia tercatat ada sekitar 524 jenis pohon yang masuk dalam kategori terancam punah dalam daftar merah IUCN, dengan status konservasi rawan, genting dan kritis terhadap kepunahan (Kekinian Kehati Indonesia, 2014).

Dalam rangka ikut berkontribusi terhadap pelestarian alam hayati Indonesia, sekelompok pakar, peneliti dan pemerhati pohon langka dari berbagai pihak diantanya lembaga pemerintah, swasta dan profesional lainya membentuk menginisiasi suatu forum yang digunakan sebagai wadah untuk melakukan langkah konservasi terhadap salah satu bagian kekayaan hayati Indonesia. Spesifikasi dari forum tersebut adalah konservasi pohon langka diIndonesia. Forum tersebut bernama FPLI yang merupakan akronim dari Forum Pohom langka Indonesia.

Langkah awal yang ditempuh FPLI dalam melakukan konservasi adalah dengan membentuk Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) terhadap pohon-pohon langka yang ada di Indonesia. Tahapan awal adalah melakukan konservasi terhadap 12 pohon langka yang sudah dipilih sebagai prioritas mengingat beberapa aspek yang menjadi dasar pohon-pohon tersebut untuk diprioritaskan. Berikut adalah jenis-jenis pohon langka yang diprioritaskan

Terdapat 8 kriteria yang digunakan sebagai tolak ukur terhadap pohon langka Indonesia yang akan diprioritaskan untuk dilakukan konservasi, dilansir dari FGD perumusan SRAK di bogor pada tanggal 30 Mei 2017, yaitu : sebaran geografis, ukuran populasi, perlindungan habitat in situ, perlindungan eks situ, masa reproduksi, potensi budidaya, nilai manfaat, sumlah populasi tersisa. Setelah dilakukan skoring dan pembobotan diperoleh 12 jenis pohon langka yang mendesak untuk dilakukan konservasi, yaitu :

  1. Prioritas I : Kritis aksi konservasi
  • Dipterocarpus littoralis
  • Dipterocarpus cinereus
  • Vatica bantamensis
  • Vatica javanica
  1. Jenis langka prioritas II : Mendesak aksi konservasi
  • Shorea javanica
  • Dryobalanops aromatica
  1. Jenis langka prioritas II : Perlu aksi konservasi
  • Eusideroxylon zwageri
  • Anisoptera costat
  • Shorea pinanga
  • Durio oxleyanus
  • Durio graveolen
  • Castanopsis argentea

Ditulis Oleh :

M. Nur Z

Kolom Terkait

Kolom Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom