SEMINAR BERSAMA “BIOLOGY IN HARMONY” ANTARA PRODI BIO FST UIN SUNAN KALIJAGA DAN JURUSAN BIOLOGI UNIVERSITAS BENGKULU
Salah satu kegiatan bersama sebagai implementasi Perjanjian Kerjasama (PKS) antara FST UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan FMIPA Universitas Bengkulu (UNIB), Prodi Biologi FST dan Jur Biologi UNIB menyelenggarakan seminar bersama dengan nama kegiatan Mini Scientific meeting bertema Biology in Harmony pada Rabu, 5 Juni 2024 bertempat di Teatrikal FST. Narasumber yang dihadirkan adalah Dr. Sipriyadi, MSi sekaligus sebagai Kajur Bio UNIB dan Lela Susilawati, PhD, dosen prodi Biologi FST. Kegiatan yang diikuti mahasiswa Biologi ini dimulai dengan sambutan dari Kaprodi Bio FST, Najda Rifqiyati, M.Si, dalam sambutannya kaprodi menjelaskan pentingnya berkolaborasi dalam lingkup tridharma PT sebagai upaya meluaskan jaringan yang dapat meningkatkan mutu dan kualitas sistem Pendidikan untuk masing-masing institusi. Lebih lanjut kaprodi menjelaskan pentingnya berbagi keilmuan yang dapat memberikan khazanah dan inovasi dalam menyusun kurikulum sehingga relevan dengan kompetensi lulusan yang di butuhkan saat ini dan mendatang. PKS yang dibangun ini telah berlangsung 1 tahun dengan diawali kolaborasi riset antar PT yang didanai LPPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dr. Sipriyadi dalam presentasinya menjelaskan trend topik riset mahasiswa dan dosen di Jur Biologi UNIB antara lain isolasi dan identifikasi mikroba endofit dari bunga rafflesia yang menjadi icon provinsi Bengkulu, upaya eksplorasi potensinya untuk berbagai bidang misal kemampuan menghasilkan antibiotik, mengkaji diversitas mikroba dari Pulau Enggano yang diduga masih indigenous karena relatif masih terisolasi, deteksi keberadaan bahan non halal pada produk pangan misal baso, dan potensi tanaman indigenous dari Pulau enggano sebagai biopreservasi pangan dengan memanfaatkan ekstraknya serta topik riset lainnya. Dr. Sipriyadi menjelaskan bahwasanya potensi ekplorasi biodiversitas di Pulau Enggano masih sangat terbuka, bahkan dapat di jadikan Lokasi melakukan KKN atau PkM. Sementara itu Lela Susilawati mempresentasikan hasil riset bersama Jur Bio UNIB yang berjudul “Keanekaragaman Mikrobiota dari Kulit Katak Spesies Native Indonesia dan Potensinya Sebagai Agensia Biokontrol Phytopathogen”. Hasil riset ini berhasil memperoleh isolat bakteri unggul dan potensinya masih terus dikaji di laboratorium bersama tim proyek yang terdiri dari mahasiswa. Kegiatan seminar bersama diakhiri dengan diskusi dan pembicaraan terkait potensi melakukan kolaborasi PkM dan kegiatan lainnya yang akan melibatkan mahasiswa di kedua belah pihak di masa mendatang, PS Bio FST dan Jur Bio FMIPA.