Pelatihan Profesionalisme Biologi "Stem Cells: Basic, Challenges, and Future Prospects"

Prodi Biologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melaksanakan kegiatan Pelatihan Profesionalisme Mahasiswa yang kesebelas tahun ini pada tanggal 2 Oktober 2021dengan tema Teknik Stem Cells dan Prospek Penelitian di Masa Depan dengan narasumber pada pelatihan ini yaitu Bapak Wildan Mubarok, M.Si. Kegiatan dimulai pukul 09:00 yang dilakukan secara daring via Zoom. Kegiatan dibuka dengan pembacaan susunan acara oleh saudari Zidni Amaliyatul Hidayah, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara kembali dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Prodi Biologi, Ibu Najda Rifqiyati, S.Si., M.Si. Dalam sambutannya, Ibu Kepala Prodi Biologi berharap mahasiswa dan alumni yang mengikuti acara ini dapat menyerap ilmu yang disampaikan oleh narasumber dengan baik.

Acara selanjutnya yaitu pembacaan CV narasumber oleh Dian Aruni Kumalawati, M.Si. dan diikuti dengan pemaparan materi oleh narasumber. Narasumber mengawali materi kali ini dengan menjelaskan apa yang dimaksud dengan stem cells, sumber stem cells, etika dalam pengerjan projek stem cells, metode pengambilan stem cells, serta aplikasi stem cells. Stem cells sendiri memiliiki fungsi utama untuk meregenerasi jaringan yang rusak contohnya rambut kembali panjang setelah dipotong. Saat ini stem cells telah digunakan untuk aplikasi anti-aging (menunda penuaan) dalam kasus memori dan pembelajaran, pengobatan kasus orthopedik, terapi stroke. Tantangan dalam project stem cells pertama yaitu menentukan jenis stem cells, sumber stem cells, letak optimal yang digunakan untuk terapi stem cells dalam tubuh, dosis sel yang dibutuhkan, respon imun, hingga meningkatkan efisiensi stem cells menuju tempat yang dituju.

Prospek masa depan stem cells salah satunya yaitu mengganti sel berbahaya menjadi sel yang normal, efisiensi pemberian obat kepada pasien, daging buatan. Perkembangan stem cells di Indonesia sudah diterapkan pada terapi ortopedhik hingga anti-aging wajah namun untuk dalam dunia peternakan atau pangan belum diterapkan.