Workshop Ecoprint di Sanata Dharma

Jumat, 20 Maret 2020 -- Dosen Biologi UIN Sunan Kalijaga, Dr. Isma Kurniatanty, S.Si., M.Si. berkolaborasi dengan dosen prodi Kimia, Dr. Esti Wahyu Widowati, M.Si., melaksanakan pelatihan batik ecoprint di Universitas Sanata Dharma (USD). Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Lab. Biologi Ekologi lt. 2 Kampus III USD, Paingan, Maguwoharjo dengan pesertadosen-dosen Pendidikan Biologi USD.

Sesuai dengan namanya, ecoprint berasal dari kata eco atau ekosistem yang berarti lingkungan hayati atau alam dan print artinya cetak. Ecoprint berarti sistem menjiplak dedaunan dan kemudian merebusnya, mirip seperti proses pembuatan batik. Oleh karenanya, sering juga disebut “batik ecoprint”. Motif batik yang dihasilkan oleh sistem ecoprint lebih kontemporer dibandingkan dengan batik yang digambar maupun dicetak. Selain itu, ecoprint tidak menggunakan alat canting dan bahan malam tetapi menggunakan bahan yang terdapat di alam sekitar.

Karena dibuat dengan menggunakan bahan alami, motif yang dihasilkan biasanya akan selalu berbeda meski menggunakan jenis daun dari tumbuhan yang sama. Warna dan motif yang tercetak pada kain pada umumnya akan memiliki karakteristik yang otentik bergantung pada letak geografis tanaman yang digunakan.