Nugget Lele, Potensi Baru Ekonomi

Bantul – Padukuhan Bandut Lor merupakan salah satu padukuhan yang berada di wilayah Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tim KKN UIN Sunan Kalijaga Angkatan 105 Kelompok 10, di bawah bimbingan Dosen Prodi Biologi, Agessty Ika Nurlita, M. Si., berhasil melakukan sosialisasi pembuatan nugget lele sebagai salah satu potensi ekonomi baru di Bandut Lor. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan sebagai salah satu program kerja Tim KKN di bidang ekonomi. Kegiatan KKN dengan tema “Sustainability Engagement: KKN Berkelanjutan berbasis Integrasi Sosio-Sains-Agama” ini mengangkat beberapa isu untuk dijadikan program kerja, yaitu Program Unggulan Bidang Pendidikan (Bimbingan belajar dan TPQ, Sosialisasi teknologi), Program Unggulan Bidang Kesehatan (Poster edukasi covid-19, Seminar vaksin covid-19, penyerahan fasilitas program Kesehatan, pelaksanaan program Posyandu desa), Program Pendukung Bidang sosial – kemasyarakatan (pengolahan sampah, perayaan Idul Adha, perayaan HUT RI, kerja bakti), Program Pendukung Bidang ekonomi (seminar perikanan, seminar aquaponic, pembuatan nugget lele), Program Pendukung Bidang olahraga (senam), dan Program Pendukung Bidang Keagamaan (penyerahan donasi Al-quran dan iqro’).
Mayoritas warga di Dusun Bandut Lor bermata pencaharian sebagai pembudidaya ikan lele dan petani. Program kerja sosialisasi pembuatan nugget lele dimaksudkan untuk melatih kreativitas warga, khususnya ibu-ibu, dalam berwirausaha sehingga dapat membantu memperbaiki perekonomian keluarga. Bahan baku yang digunakan mudah didapatkan dan harganya relatif lebih murah. Sebagai persiapan awal, tim KKN sudah membuat dan mengemas produk untuk dijadikan sampel saat sosialisasi. Sampel yang ditunjukkan oleh para mahasiswa tidak hanya berupa nugget jadi, tetapi juga dalam bentuk ikan lele yang dikukus dan dihaluskan. Ketika kegiatan berlangsung, mahasiswa membekali para ibu dengan brosur resep agar para ibu bisa mempraktikkan sendiri di rumah. Sosialisasi ini disambut dengan antusias.
Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang luas bagi masyarakat dunia, salah satunya di bidang ekonomi. Banyak warga yang kehilangan pekerjaan dan pemasukan sehingga mereka harus memutar otak agar dapat bertahan hidup. Bekerja adalah fitrah sekaligus merupakan identitas manusia. Al-Qur′an juga menekankan bahwa kemajuan tidak datang begitu saja tanpa aktivitas, kerja keras, dan usaha yang sungguh-sungguh serta etos kerja yang tinggi. Dalam perspektif agama, beraktivitas, berusaha, disiplin dalam bekerja, dan bersungguh-sungguh dalam mencari rezeki berupa harta termasuk bagian dari ibadah. Firman Allah dalam Surah az-Zumar: 39-40
Katakanlah (Muhammad), “Hai kaumku, berjalanlah sesuai dengan keadaan kamu, sesungguhnya aku akan bekerja, maka kelak akan mengetahui siapa yang akan mendapat siksa yang menghinakan dan ditimpa azab yang kekal.”
Ayat ini menyampaikan pesan moral 1) tidak boleh bersikap statis; 2) bekerjalah terus-menerus, kembangkan diri untuk maju ke depan; 3) bekerjalah dengan sungguh-sungguh; dan 4) lakukanlah kegiatan-kegiatan positif. Dari empat pesan moral ini dikembangkan menjadi etos kerja untuk membentuk seorang pribadi Muslim yang berkualitas, paling tidak ada 14 unsur yang harus dimiliki antara lain: 1) mewakili jiwa kepemimpinan; 2) selalu berhitung; 3) menghargai waktu; 4) tidak pernah puas berbuat kebaikan; 5) hidup hemat dan efesien; 6) memiliki jiwa wiraswasta; 7) memiliki insting bertanding dan bersaing; 8) keinginan untuk mandiri; 9) haus untuk menuntut ilmu; 10) berwawasan makro-universal; 11) memerhatikan kesehatan dan gizi; 12) ulet pantang menyerah; 13) berorientasi pada produktivitas; 14) memperkaya jaringan silaturahmi.*
*Berdasarkan Tafsir Al-Qur'an Tematik, “Pembangunan Ekonomi Umat”, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama RI Tahun 2009
(Echi)