WORKSHOP BIOLOGI MOLEKULER

Biologi molekuler merupakan salah satu bidang ilmu biologi yang diajarkan di Prodi Biologi UIN Sunan Kalijaga. Perkembangan penelitian sains saat ini lebih banyak diarahkan ke arah molekuler, sehingga kompetensi di bidang molekuler harus dikuasai oleh semua dosen guna mengembangkan penelitian sesuai bidangnya masing-masing dan membantu pengembangan bahan ajar. Selain melakukan tugas pengajaran, dan pengabdian masyarakat, dosen juga dituntut untuk melakukan penelitian, sehingga penguasaan teknik-teknik laboratorium yang menunjang penelitian sangat penting dilakukan.
Atas dasar pikiran itu, maka Prodi Biologi memandang pentingnya dilakukan kegiatan workshop biologi molekuler untuk dosen Prodi Biologi, sehingga nantinya dapat meningkatkan kompetensi dosen Biologi UIN Sunan Kalijaga dibidang biologi molekuler.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dosen Prodi Biologi Uin Sunan Kalijaga di bidang uji laboratorium biologi molekuler. Kegiatan yang dilaksanakan membahas tentang teknis dasar penelitian biologi molekuler, isolasi DNA, elektroforesis, PCR, spektrofotometri, dan desain primer.
Kegiatan workshop dilaksanakan selama 2 hari, secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan cukup baik yang diikuti oleh 10 peserta. Pada hari pertama dilakukan pemaparan tentang dasar-dasar teknik biologi molekuler dan teknis workshop yang akan dilakukan, kegiatan ini dilaksanakan di ruang diskusi ekologi. Materi yang disampaikan oleh narasumber diikuti dengan antusias oleh para peserta workshop. Selain memaparkan mengenai dasar-dasar penelitian biologi molekuler, pemateri juga memberikan pemaparan mengenai perkembangan penelitian biologi molekuler saat ini. Setelah kegiatan di dalam kelas, selanjutnya peserta diajak untuk melakukan kegiatan di dalam laboratorium. Kegiatan laboratorium pada hari pertama meliputi isolasi DNA tanaman dan spektrofotometer DNA hasil isolasi. Sampel yang digunakan untuk isolasi DNA ada 5 sampel yang terdiri dari 4 sampel bayam dan 1 sampel sembung. Hasil isolasi DNA dari kelima sampel memiliki hasil kemurnian yang cukup bagus. Kegiatan elektroforesis dilanjutkan dihari kedua karena waktu yang dibutuhkan tidak cukup.
Kegiatan pada hari kedua meliputi PCR, elektroforesis DNA hasil isolasi pada hari pertama dan DNA hasil PCR, dan desain primer. Pada keempat sampel bayam digunakan primer yang berbeda-beda, sehingga dapat dilihat perbedaannya primer mana yang lebih optimal untuk tanaman bayam. Ditengah kegiatan elektroforesis dilakukan diskusi tentang desain primer. Setelah elektroforesis DNA selesai, dilakukan visualisasi hasil elektroforesis dibawah sinar UV. Berdasarkan hasil visualisasi terdapat 3 sampel DNA bayam hasil PCR yang menghasilkan pita spesifik, sedangkan untuk elektroforesis DNA genom semua sampel berhasil menampilkan pita DNA genom dengan cukup baik. Setelah kegiatan laboratorium selesai dilanjutkan dengan diskusi hasil penelitian oleh narasumber dan peserta workshop.
Rekomendasi yang dapat diberikan yaitu perlu menambahkan variasi jenis sampel yang berbeda, seperti mikroba atau sel hewan. Selain itu perlu dilakukan kegiatan serupa dengan bidang biologi lainnya, seperti teknik transgenik dan mikroteknik, guna meningkatkan kompetensi dosen Prodi Biologi UIN Sunan Kalijaga.