Perkenalkan Budi Daya Jamur Tiram, Warga Gunung Kidul Antusias

Mahasiswa Biologi kembali melakukan rutinitas di lingkungan warga tempat berlangsungnyaKKN UIN SUKA. Sejak tahun 2015 hingga 2019, Mahasiswa Biologi UIN SUKA aktif mengisi pelatihan budidaya jamur tiram dari desa ke desa. Biasanya bersamaan dengan rangkaian kegiatan KKN, atau secara khusus diselenggarakan oleh kelompok pemudamaupun dinstitusi pendidikan formal. Hingga saat ini sudah 13 tempat di DIY dan Jawa Tengah, hingga di MAN 2 Banyumas, Jawa Tengah.
KKN angkatan 98 di 2 dusun Soka dan dusun Krinjing, desa Mertelu, Gedangsari, Gunung Kidul menyelenggarakan pelatihan (31/3/2019 dan 1/4/2019). Peserta di dua dusun tersebut beragam umur, anak-anak, pemuda, bapak-bapak,hingga ibu rumah tangga. Mereka sangat antusias memperhatikan setiap bagian yang dijelaskan oleh Bimo, Arfi dan Romli.
Seperti biasanya, tidak hanya menyampaikan teori budi daya, namun secara langsung mepraktekan proses pembuatan media tanam atau sering disebut baglog hingga akhir. Materi pelatihan meliputi pemilihan bahan, komposisi bahan, pencampuran bahan, pengemasan baglog, sterilisasi baglog, inokulasi/penanaman bibit jamur, perawatan hingga perlakuan yang benar ketika memanen. Tak luput warga pun ikut serta ambil bagian dalam praktek.
Perjalanan dari desa ke desa di sekitaran DIY dan Jawa Tengah menjadi salah satu media bersosial dengan masyarakat. Mengingat ilmu Biologisangat erat berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Sehingga perlu adanya perjumpaan secara langsung, agar mendapatkan arahan apa dan bagaimana sebuah ilmu dapat diimplementasikan.Tiga pilar dari Tri Dharma perguruan tinggi yang meliputi, Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat merupakan falsafah yang dijadikan landasan proses pendidikan di Program Studi Biologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (MNZ)