Literasi Digital Masyarakat Gumelem

Magelang – Tim KKN UIN Sunan Kalijaga Angkatan 105 Kelompok 09 melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Gumelem, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dengan tema “Pemberdayaan Potensi Desa sebagai Upaya Peningkatan Nilai Ekonomi, Pendidikan, dan Kesadaran Kesehatan Masyarakat”. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di bawah bimbingan DPL Agessty Ika Nurlita, M. Si. Program kegiatan yang dilaksanakan meliputi kegiatan unggulan dan kegiatan pendukung. Kegiatan unggulan Tim KKN 09, yaitu pemberdayaan hasil panen, memakmurkan masjid, bimbingan belajar, optimalisasi pembelajaran TPA, dan Literasi Digital. Sementara itu, kegiatan pendukung meliputi sosialisasi Germas dan PHBS, peningkatan produktivitas pemuda desa, partisipasi dalam kegiatan masyarakat, seperti tahlilan; yasinan; pengajian; dan olah raga, serta menjadi relawan Posyandu dan Posbindu.

Literasi digital merupakan kegiatan sosialisasi tentang pemanfataan teknologi digital pada masa pandemi, khususnya kepada ibu-ibu muda dusun Jamusan. Sebagai dampak learning from home akibat Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, orang tua dituntut untuk melek teknologi agar dapat mendampingi proses belajar dari rumah secara optimal. Progam literasi digital dirancang karena rendahnya pemahaman akan gadget dan internet, terutama pada ibu-ibu sebagai pendamping pembelajaran semi-daring. Program kerja ini bertujuan untuk memberi informasi tentang pentingnya literasi digital dan untuk membantu warga dalam pengoperasian gadget. Sasaran program ini adalah ibu yang memiliki anak berumur 6-12 tahun (kelas 1-6 SD). Sebagai awalan, tim KKN melakukan wawancara tentang kesulitan penggunaan dan pengoperasian gawai. Materi yang dibawakan pada saat sosialiasi meliputi pengertian literasi digital, pengenalan penggunaan email mulai dari cara membuat dan mengirim pesan, cara mencari informasi dari internet dan unduh gambar dari Google, pengenalan aplikasi WPS (Worksheet, Powerpoint, Spreadsheet), dan sosialisasi cara pengenalan hoax yang beredar via whatsapp.

Setiap orang muslim diwajibkan untuk menuntut ilmu. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad saw

طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim.”

Dengan semakin sering menuntut ilmu, maka kita akan semakin banyak tahu tentang berbagai hal. Meskipun prioritas dalam menuntut ilmu adalah mempelajari ilmu agama, tetapi umat Islam tidak boleh mengabaikan ilmu-ilmu lainnya. Dalam hadits lain, Rasulullah saw bersabda,

Barang siapa menempuh satu jalan (cara) untuk mendapatkan ilmu, maka Allah pasti mudahkan baginya jalan menuju surga.” (H.R. Muslim)

Pada hadits ini, ungkapan “menempuh jalan” bukan hanya mencakup arti jalan secara indrawi (jalan yang dilalui kedua kaki, seperti seseorang pergi dari rumah menuju tempat menimba ilmu semisal masjid, madrasah, universitas dan sebagainya) tetapi juga mencakup arti jalan secara maknawi, yaitu hal-hal yang memberatkan selama perjalanan seperti biaya dan waktu yang tersita. Ketika seseorang harus menempuh perjalanan jauh untuk mencari ilmu, ia tidak hanya mengeluarkan biaya tetapi juga mengorbankan perasaan untuk meninggalkan keluarga, sahabat, dan kampung halaman. Ini semua termasuk hal-hal yang harus bisa diatasi dalam rangka menuntut ilmu. Semua pengorbanan ini akan tergantikan ketika ia telah mendapatkan ilmu yang diinginkan. Jika seseorang ingin sukses di dunia, ilmu akan membawanya menuju kesuksesan. Dan jika ia ingin beruntung di akhirat, maka ilmu pulalah yang akan mendekatkan keberuntungan dan fadhal Allah.

Liputan Terkait

Liputan Terpopuler