Pelatihan Profesionalisme Biologi "Bioinformatika"
.jpg)
Prodi Biologi melaksanakan kegiatan Pelatihan Profesionalisme Mahasiswa pada tanggal 10 Juli 2021 untuk episode 2 dengan tema Bioinformatika: Sains, Kesehatan dan Masa Depan. Narasumber pada pelatihan ini adalah Arif Nur Muhammad Ansori, M.Si (Doctor Candidate inn Veterinary, Universitas Airlanngga). Kegiatan ini tepat dimulai pada pukul 09.00 yang dilakukan secara daring via zoom. Kegiatan dibuka dengan pembacaan susunan acara oleh saudara Zidni, yang kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan lagu Indonesia Raya dan Hymne UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara kembali dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Prodi Biologi, Ibu Najda Rifqiyati, M.Si. Dalam sambutannya, Kaprodi Biologi berharap mahasiswa dapat terus berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan biologi sehingga mahasiswa dapat bersaing dalam era Revolusi Industri 4.0.
Acara kemudian dilanjutkan pada acara inti yaitu pemaparan materi oleh Bapak Arif Nur Muhammad Ansori, M.Si yang dimoderatori oleh Ibu Lela Susilawati, PhD. Penjelasan materi mengenai dasar bioinformatika serta urgensi pengaplikasian bioinformatika terutama dalam bidang sains dan kesehatan. Melalui ilmu bioinformatika kita bisa memprediksikan dan hipotesis mengenai penyakit-penyakit, forensik, dan bidang sains lainnya. Bionformatika merupakan gabungan dari berbagai macam bidang ilmu, seperti ilmu komputer, biologi tentunya, matematika, kimia, biokimia, serta statistika. Bioinformatika bukan ilmu yang berdiri sendiri. Dogma sentral biologi molekuler merupakan kunci dari sederetan bidang-bidang biologi molekuler. Konsepnya, DNA menjadi RNA. RNA mengkodekan protein. Lalu muncullah fenotipe atau sifat-sifat yang tampak.
Peran bionformatika yaitu menjadi prediksi dari in vivo, dan in vivo merupakan model yang dibentuk dari in silico dan begitu juga dengan in vitro. Hubungannya adalah in silico menjadi hipotesis dan in vitro menjadi suatu konfirmasi atau pengembangan modelnya dari prediksi atau hipotesis in silico dan in vivo dan in vitro hubungannya adalah in vitro merupakan diagnosis atau prediksi sebagai hasil-hasil in vivo dan in vivo sebagai penguat atau validasi hasil-hasil dari in vitro. Jadi di sini in silico hanya sebuah prediksi atau hipotesis yang berdasarkan dengan prediksi-prediksi komputasi atau secara matematika dengan tujuan-tujuan riset tertentu.
Narasumber juga menjelaskan mengenai peran bioinfomatika dalam kasus Covid 19. Pemaparan mater dilakukan selama kurang lebih 40 menit. Selain itu, Bapak Arif juga melakukan games untuk membuat para peserta tidak merasa bosan dan belajar mengenai bioinformatika. Setelah pemaparan materi, dilanjutkan tanya jawab dengan peserta. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 11.30.