Report of JST 2021 International Web Conference with Hiroshima University

Dua mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Siti Lathifah Maulany dan Dhanis Nuranggitasari (Angkatan 2017) terpilih sebagai peserta dalam kegiatan Japan Science and Technology Agency (JST) 2021 International Web Conference with Hiroshima University. Kegiatan ini merupakan bagian dari skema program JST bernama Sakura Science Exchange Program, dimana host university (Jepang) bersama universitas partner di Indonesia (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang) melakukan kolaborasi dalam bentuk diskusi (sharing) mengenai penelitian dan pelatihan bidang Sains dan Teknologi.
Program tahun 2021, Hiroshima University khususnya Department Marine Biological Laboratory bekerjasama dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan webinar ini yang diselenggarakan selama dua hari (2-3 Desember 2021). Total peserta dari kegiatan ini yaitu 70 mahasiswa yang berasal dari beberapa universitas di Indonesia seperti Malang, Surabaya, Jambi, Bandung, Semarang dan Yogyakarta. Tiga puluh mahasiswa diantaranya berasal dari National Chung Hsing University, Taiwan.
Pada kegiatan ini, Hiroshima University memperkenalkan Laboratorium Marine Biology dan presentasi penelitian oleh Profesor Hiromi Takata dari Ehime University, tentang Perkembangan dan Morfogenesis dari Sea Urchin (Bulu Babi) di wilayah perairan Hiroshima. Selain itu, Profesor Chisato Kitazawa dari Yamaguchi University, juga mempresentasikan hasil penelitiannya tentang Development and Evolution of Echinoderms in Japan. Dalam kegiatan ini, peserta juga diberikan Program Experimental Exhibition tentang genome editing: CRISPR/Cas9 mutasi hewan laut, Ciona intestinalis hingga ke hasil mutasinya.
Program ini semestinya adalah kunjungan ke Jepang dengan durasi kurang lebih 8 hari, sehingga mahasiswa mendapatkan pengalaman melakukan penelitian di laboratorium universitas di Jepang dan mengenal budaya Jepang lebih dekat. Meski singkat tetapi dapat menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa. Kunjungan ini selama pandemi Covid-19 ditiadakan, sehingga Sakura Science Exchange Program dilakukan secara online. Ke depannya diharapkan ada kelanjutan dari program ini, dan Fakultas Sains dan Teknologi bisa berkontribusi aktif mendelegasikan mahasiswa dan dosen ke Jepang.