Kuliah Tamu: Botani Ekonomi

Dalam rangka menyiapkan mahasiswa menghadapi kemajuan teknologi yangpesat maka kompetensi mahasiswa harus disiapkan. Perguruan tinggi dituntut dapatmelaksanakan peningkatan mutu pendidikan dengan proses pembelajaran yanginovatif agar mahasiswa dapat memperoleh capaian pembelajaran mencakup aspeksikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal. Salah satu upaya dalammendukung peningkatan mutu pendidikan, Kementerian Pendidikan danKebudayaan Republik Indonesia membuat salah satu kebijakan yaitu MerdekaBelajar-Kampus Merdeka (MBKM). Kebijakan ini memberikan kebebasan kepadamahasiswa untuk mengikuti pembelajaran di luar program studi maupun di luarkampus. Kampus Merdeka merupakan wujud pembelajaran di perguruan tinggiyang otonom dan fleksibel sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, serta sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Program Studi Biologi turut berupaya mendukung pemerintah melaksanakan peningkatan mutu pendidikan melalui pelaksanaan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Dukungan Prodi Biologi UIN Sunan Kalijaga terhadap program MBKM salah satunya dengan menghadirkan dosen tamu sesuai dengan bidang kompetensi biologi dari instansi pemerintah/swasta, bidang industri maupun praktisi. Melalui kegiatan kuliah tamu ini diharapkan dapat memberi pengamalaman belajar mahasiswa, mengembangkan inovasi, kreativitas, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian mahasiswa.
Kuliah tamu botani Ekonomi diadakan secara luring pada 16 Desember 2022 di ruang kuliah 305, Fakultas Sains dan Teknologi. Dosen tamu dalam kegiatan tersebut adalah Bapak Aries Bagus Sasongko, S.Si., M.Biotech yang berprofesi sebagai dosen di kampus UGM dan juga sekaligus sebagai praktisi tanaman hias. Dalam perkuliahan yang diberikan adalah mengenai “potensi tanmanan hias”. Dosen tamu menjelaskan berbagai jenis tanaman hias baik tanaman hias jenis daun maupun bunga. Tanaman hias yang dijelaskan khususnya adalah tanaman anggrek. Dosen tamu menjelaskan potensi tanaman hias bukan hanya dilihat dari segi estetikanya tetapi juga memiliki potensi lain
seperti bidang pangan dan kesehatan.