HMPS Biologi UIN Sunan Kalijaga Gelar Bina Desa 2026, Dorong Literasi Sains dan Kepedulian Lingkungan Santri Gunungkidul

Gunungkidul, 21 Agustus 2026 — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menyelenggarakan kegiatan Bina Desa 2026 di Pondok Pesantren Al-Hikmah, Karangmojo, Gunungkidul, pada 20–21 Agustus 2026. Mengusung tema “MicroGenesis: Small Organism, Big Solutions”, kegiatan ini menjadi wujud pengabdian mahasiswa dalam memperkenalkan ilmu biologi secara aplikatif sekaligus meningkatkan kesadaran santri terhadap kesehatan diri dan kelestarian lingkungan.

Kegiatan Bina Desa dirancang sebagai ruang edukasi dan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, serta masyarakat pesantren. Sebanyak 97 santri dan santriwati, terdiri atas 39 santri dan 58 santriwati, mengikuti rangkaian kegiatan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan kebutuhan peserta.

Berbagai materi biologi terapan diberikan melalui kegiatan interaktif. Pada bidang lingkungan, peserta memperoleh edukasi biomonitoring untuk mengenali kondisi lingkungan melalui indikator biologis, pengenalan tanaman obat di sekitar pesantren, serta pemanfaatan tanaman herbal sederhana. Peserta juga mendapatkan pengenalan ikan endemik dan produk bioteknologi yang menunjukkan bagaimana ilmu biologi dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, kegiatan animal handling memperkenalkan cara berinteraksi dengan hewan secara aman dan beretika. Aspek kesehatan dan sosial turut menjadi perhatian melalui edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pencegahan perundungan (bullying), serta pencegahan kekerasan seksual. Materi tersebut diarahkan untuk mendukung terciptanya lingkungan pesantren yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh santri.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan fun games untuk membangun kebersamaan dan kerja sama antarpeserta. Santri juga mengikuti kegiatan penanaman bibit sebagai bentuk praktik kepedulian terhadap lingkungan. Sementara itu, santriwati mengikuti aktivitas kreatif pembuatan gantungan kunci (keychain) dari tutup botol bekas, yang memperkenalkan pemanfaatan kembali bahan sederhana sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Biologi berupaya menghadirkan pembelajaran sains yang tidak berhenti pada penyampaian teori, tetapi dapat dipraktikkan dan dikaitkan dengan persoalan di lingkungan sekitar. Pemanfaatan tanaman obat, pengenalan keanekaragaman hayati, biomonitoring, dan pengelolaan bahan bekas menjadi contoh penerapan pengetahuan biologi yang dekat dengan kehidupan santri.

Secara umum, berdasarkan evaluasi panitia, Bina Desa 2026 terlaksana dengan baik dan mencapai tujuan utama yang direncanakan. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam membangun jejaring, komunikasi lintas lembaga, koordinasi, serta kerja sama tim. Sejumlah kendala teknis selama pelaksanaan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan koordinasi, pembagian tugas, dan pengaturan waktu pada kegiatan berikutnya.

Melalui Bina Desa 2026, HMPS Biologi UIN Sunan Kalijaga berharap kegiatan pengabdian masyarakat dapat terus menjadi sarana penerapan ilmu pengetahuan sekaligus membangun kepedulian sosial dan lingkungan. Kolaborasi antara mahasiswa dan komunitas pesantren diharapkan mampu menumbuhkan generasi yang memiliki literasi sains, kesadaran kesehatan, serta kepedulian terhadap kelestarian sumber daya hayati.