Pendidikan Seksual berbasis Islam dalam kegiatan Bina Desa

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Biologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Bina Desa di kawasan Pondok Pesantren Al Hikmah Karangmojo, Gunung Kidul. Kegiatan Bina Desa dilaksanakan pada 29 Agustus 2022 sampai dengan 1 September 2022. Berbagai macam program kerja direncanakan pada kegiatan ini dan para dosen Prodi Biologi UIN Sunan Kalijaga berperan sebagai narasumber. Salah satu sesi yang dilaksanakan pada hari Senin, 29 Agustus 2022 adalah Sosialisasi tentang Pendidikan Seksual pada Remaja yang diikuti oleh seluruh santri putra Pondok Pesantren Al Hikmah. Hadir sebagai narasumber, Desi Suantari, M.K.M.
Pendidikan seksual dalam perspektif Islam bertujuan untuk memberikan informasi kepada para remaja mengenai cara memenuhi kebutuhan menurut hukum-hukum yang ditetapkan oleh Allah. Pendidikan seksual pada remaja harus dilakukan untuk mengajarkan tentang moral Islam. Hal ini dilakukan agar remaja memahami batasan-batasan syariat, mengenai manakah yang dihalalkan, dan manakah yang diharamkan dalam interaksi dengan lawan jenis, serta agar tidak diperbudak oleh hawa nafsunyasehingga terjerumus dalam perzinaan. Selain itu, pendidikan seksual berbasis Islam bertujuan untuk:
- dapat menghayati kesempurnaan ajaran Islam dalam menangani segala permasalahan manusia
- menanamkan keyakinan dan keimanan pelajar terhadap kebesaran dan keagungan Allah
- memberi pengetahuan yang benar dan jelas
- meluruskan paradigma dalam hal yang berhubungan dengan lawan jenis
- membentuk akhlak, sikap dan tingkah laku yang mulia
- urgensi pembentukan institusi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah
- tatanan masyarakat yang harmonis dalam bingkai aturan Islam
Pada sesi ini, para santri belajar mengenai ruang lingkup pendidikan seksual, perubahan fisik dan emosi selama pubertas, cara merawat diri dari segi medis dan agama, aturan-aturan Islam dalam hubungan lawan jenis, dan penyakit menular seksual.
Pihak pondok pesantren dan Prodi Biologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta akan tetap bekerja sama sebagai bentuk ikhtiar untuk mengintegrasikan ilmu sains dan Islam.